CASE STUDY

Pertanian Organik: Transformasi Lahan Pertanian Berkelanjutan

Share on facebook
Share on linkedin
Share on whatsapp

Audience

Praktisi sustainable farming yang berkomitmen terhadap praktik pertanian berkelanjutan dan peningkatan kesehatan lahan.

Goals

Tujuan program ini adalah untuk mengakreditasi praktisi dengan sertifikasi sustainable farming. Praktisi ini akan dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mendukung petani tradisional dalam mengimplementasikan metode pertanian yang sehat dan berkelanjutan.

Learning Objectives

  • Memahami prinsip-prinsip dasar pertanian berkelanjutan dan pengelolaan lahan.
  • Mengaplikasikan teknik pengolahan tanah dan pengelolaan hama yang ramah lingkungan.
  • Menilai dan menerapkan strategi irigasi yang efisien untuk memaksimalkan penggunaan sumber air.
  • Mengembangkan rencana aksi untuk memperkenalkan dan mengintegrasikan praktik berkelanjutan dalam komunitas pertanian setempat.
  • Memanfaatkan teknologi informasi untuk melacak perkembangan dan berbagi praktik terbaik dalam jaringan pertanian berkelanjutan.

Training Strategy

Kursus menggunakan pendekatan blended learning, dimana peserta akan menonton video pembelajaran yang self-paced, berpartisipasi dalam diskusi online live secara berkala melalui Zoom, dan melakukan dokumentasi serta pelaporan perkembangan petani di wilayah masing-masing. Durasi total program adalah enam bulan.

e-Learning Solution

Menggunakan Zoom untuk sesi diskusi langsung dan iSpring sebagai Learning Management System (LMS) dan course authoring tool untuk membuat kuis interaktif.

Learning Activities

  • Sesi video pembelajaran tentang teknik pertanian berkelanjutan.
  • Studi kasus interaktif yang mengilustrasikan transformasi lahan pertanian.
  • Forum diskusi online untuk pertukaran pengetahuan dan pengalaman.
  • Latihan pemecahan masalah terkait tantangan pertanian aktual.
  • Kuis dan penilaian diri untuk memperkuat pemahaman materi.
  • Final Project: Setiap praktisi akan mengembangkan dan melaksanakan proyek pertanian berkelanjutan di komunitas lokal, yang akan meliputi perencanaan, implementasi, dan analisis hasil.
  • Review peer-to-peer atas proyek akhir.

How to Measure Training Success

  • Engagement metrics: % Attendance in live session, % On-time completion, # Time spent in each activity
  • Skills improvement: Pre-quiz dan final quiz.
  • Survey kepuasan dan feedback dari peserta.
  • Analisis dampak praktik berkelanjutan yang diimplementasikan pada lahan pertanian.

Cek case study lainnya